Call Us: 089-62270-8860 / 0878-2351-9090
Cart (Rp0.00) 0
Your Shopping

No products in the cart.

YAYASAN RUMAH SATU HATI

Latar Belakang

Mengenal Hati

Hati (liver) merupakan organ terbesar yang dimiliki manusia. Organ ini terletak di dalam rongga perut, pada bagian kanan atas perut, dan terlindungi oleh tulang rusuk serta diafragma. Hati berperan dalam menetralisir racun, sintesis protein, dan pembekuan darah. Hati juga berperan sebagai organ yang memproduksi empedu untuk pencernaan.

Ganguan Fungsi Hati

Fungsi hati memiliki kedudukan yang sangat vital, tanpa hati makhluk hidup khususnya manusia tidak akan dapat untuk hidup maupun bertahan hidup karena hati ini juga dapat mengatur sirkulasi tubuh. Adanya Gangguan fungsi hati dapat memengaruhi kondisi kesehatan umum seseorang secara signifikan. Gangguan hati disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya sebagai berikut:

  • Infeksi virus CMV dan hepatitis.
  • Kelainan genetik.
  • Kanker
  • Penimbunan lemak.
  • Gangguan sistem imun.

Beberapa gangguan hati pada anak terjadi karena kelainan kongenital atau kelainan bawaan yang didapat sejak lahir. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan selama masa tumbuh kembang janin dalam kandungan. Kelainan kongenital dapat menyebabkan bayi lahir dengan kecacatan atau gangguan fungsi pada organ hati. Secara bertahap, hati akan mengalami kerusakan dan fungsi hati tidak dalam menjalankan tugasnya sampai taraf akhir yaitu sirosis hati/gagal hati.

Atresia Bilier

Salah satu gangguan fungsi hati pada anak yang paling banyak dialami adalah Atresia Bilier. Atresia Bilier adalah kondisi dimana tidak terbentuk sempurnanya saluran empedu. Pada kondisi normal, hati akan mengelurakan empedu melalui saluran empedu dari hati ke usus 12 jari. Pada kondisi Atresia Bilier aliran empedu tersebut terhambat dan akibatnya empedu yang tertahan ini akan dengan cepat merusak hati hanya dalam waktu 3 bulan saja. Sebab utama kondisi Atresia Bilier sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Ciri-ciri Atresia Bilier diantaranya :

  • Kulit dan mata berwarna kuning lebih dari 2 minggu
  • Tinja berwarna putih dempul
  • Rentan terhadap gizi buruk
  • Urine berwarna seperti teh pekat

Perbandingan Jumlah Penderita

Indonesia menempati urutan terbesar ke 4 (empat) dari daftar jumlah penduduk di dunia. Sekitar 4.5 juta anak angka lahiran setiap tahunnya atau hampir setara penduduk negara Singapura. Atresia Bilier terjadi 1 : 10.000 – 15.000 angka kelahiran atau sekitar 300-450 anak/tahun atau setaip hari lahir 1-2 anak yang mengalami Atresia Bilier.

Rata-rata diusia 1 tahun adalah usia terberat anak untuk bertahan hidup. Hampir seluruhnya anak dengan kondisi gangguan hati membutuhkan Transplantasi Hati. Banyak anak telah gugur karena tidak mencapai operasi Transplantasi hati.

Transplantasi Hati

Transplantasi Hati adalah proses operasi besar untuk menggantikan organ hati yang rusak dengan organ hati dari pendonor. Transplantasi Hati adalah tindakan medis terbaik yang dapat membuka jalan kesempatan hidup atau menaikkan kualitas/taraf hidup seseorang.

Tahun 2006, Indonesia membuat sejarah melakukan Transplantasi Hati pada seorang anak di RSUP. Dr. Kariadi Semarang Jawa Tengah. Pada tahun 2010 beberapa rumah sakit mulai menggeliat mengadakan Transplantasi Hati, tetapi hanya RSCM Jakarta yang sampai saat ini masih berjalan programnya. Karena hal tersebut timbulah sentralisasi pengobatan yang mengakibatkan masalah baru dengan banyak pejuang hati yang berasal dari daerah menuju Jakarta untuk menggapai proses Transplantasi Hatinya.

Awamnya masyarakat & Sosialisasi

Khususnya orang tua dan umumnya masyarakat belum mengetahui kondisi sakit gangguan hati melalui ciri-ciri dan tahapan penanganan medisnya, akibatnya banyak anak yang terlambat mendapatkan penanganan medis terbaik. Sosialisasi sangat diperlukan hingga kepelosok negeri agar informasi gangguan hati kronis tersebar luas.

GERAKAN PEJUANG HATI

Pada awalnya, Pejuang Hati adalah kumpulan orang tua yang mempuyai ikatan emosional untuk kesembuhan anak yang mengalami gangguan hati kronis. Seiring berjalannya waktu, bekerjasama dengan beberapa penggerak sosial membentuk gerakan Pejuang Hati hingga sampai membuat sebuah yayasan social bernama Rumah Satu Hati. Harapan besar dari Yayasan ini agar dapat memberikan kemudahan bagi banyak bayi/anak yang mengalami gangguan fungsi hati kronis.

Visi

Menjadi kegiatan yang memberikan pengaruh dan kemudahan bagi masa depan perkembangan Pejuang Hati di Indonesia.

Misi

  • Menjadi wadah bagi anak-anak penyintas gangguan hati di Indonesia.
  • Mengorganisir kederwananan dari potensi kebaikan masyarakat luas.
  • Menyebarkan informasi mengenai gangguan hati.
  • Menjadi agen perubahan pada persoalan anak-anak gangguan hati sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli.
  • Nilai dan Tujuan

  • Mendukung sosialisasi seputar gangguan hati pada anak.
  • Mendukung proses kemajuan kesehatan masyarakat.
  • Turut mendukung dan memajukan transplantasi hati di Indonesia.
  • Memberikan keterampilan untuk mencapai kemandirian dalam pendampingan.
  • NAFAS UTAMA YAYASAN

    Sosialisasi

    Gangguan fungsi Hati Kronis masih sangat asing terdengar di masyarakat. Anak dengan kondisi ini dengan cepat mengalami kerusakan hati berat sampai meninggal dunia. Karena itu sosialisasi menjadi sangat penting agar informasi tersebar luas, dengan begitu akan cepat dalam penanganannya.

    Edukasi

    Memberikan informasi tahapan pengobatan yang akan dilalui. Waktu pengobatan yang sangat panjang menjadikan edukasi sangat penting agar tahapan yang dilalui lebih mudah dilakukan.

    Pendampingan

    Masalah sosial, ekonomi, mental, advokasi, faktor tahapan pengobatan yang kompleks dan panjang menjadi kendala para penyintas gangguan hati yang sedang berikhtiar untuk sembuh, karena itu Pejuang Hati Indonesia hadir dalam proses pendampingan untuk mengawal semua proses yang ada.

    KEGIATAN

    Beberapa program kegiatan Yayasan Rumah Satu Hati sebagai bentuk tanggung jawab dalam penyaluran dana donasi. Kegiatan berfokus dalam membantu anak dan orang tua gangguan hati untuk dalam mencari solusi setiap masalah serta terjuan ke masyarakat dalam menyebarkan informasi gangguan hati pada anak.

    Sosialisasi Masyarakat

    Menyebarkan informasi soal ciri, penanganan anak gangguan fungsi hati kronis dan soal donor hati kepada masyarakat luas. Banyak masyarakat yang belum mengetahui kondisi tersebut dan kondisi sakit ini masih terdengar asing di telinga masyarakat, menjadikan sosialisasi adalah kegiatan yang paling utama dalam yayasan yang dibangun ini.

    Support Visit

    Mengunjungi pejuang hati, baik yang sedang ruang rawat inap maupun rawat jalan untuk memberikan support semangat dalam menjalani pengobatan.

    Penyaluran Bantuan

    Susu Nutrisi Khusus untuk anak gangguan fungsi hati kronis menjadi kebutuhan dasar bagi para pejuang hati karena anak-anak ini rentan mengalami gizi buruk. Kondisi hati yang mengalami kerusakan berat mengharuskannya mengkonsumsi Susu Nutrisi Khusus yang terbilang mahal, rata-rata Rp. 6.000.000,- sampai 9.000.000 /anak/bulan biaya susu yang harus dikeluarkan. Kebutuhan lainnya seperti beban cek lab yang juga rutin dilakukan dan perlengkapan balita yang juga dibutuhkan bagi para pejuang hati.

    Layanan Ambulance

    Tempat tinggal yang jauh dari Rumah sakit dan banyaknya anak pejuang hati dari berbagai daerah menjadikan program layanan antar jemput untuk kontrol rutin dan antar jenazah ke kampung halaman menjadi kebutuhan bagi para pejuang hati.

    Edukasi

    Sisi edukasi menjadi tahap awal agar orang tua pejuang hati memiliki target dan arah tujuan yang terukur. Mereka akan diarahkan dalam sisi mental, sosial, ekonomi sampai tahapan pengobatan yang akan dijalani.

    Pendampingan

    Mendampingi dan mengarahkan para orang tua untuk dapat mencapai pengobatan yang maksimal untuk anaknya. Pendampingan memperhatikan dari berbagai sisi, baik dari sisi sosial, ekonimi, hukum, etik, keluarga dan lainnya.

    Pelatihan Kemandirian

    Kegiatan rutin setiap bulan yang memberikan pelatihan untuk pengembangan diri dengan harapan agar setiap orang tua pejuang hati mencapai kemandirian.

    Bantuan Usaha Kemandirian

    Bantuan usaha sebagai relaisasi dari pelatihan kemandirian. Program ini akan sangat membantu orang tua untuk cepat bangkit dan mandiri.

    Berbagi Nasi Pejuang Sembuh

    Program rutin setiap yang dibagikan untuk para pendamping pejuang hati baik yang di ruang rawat maupun di rumah singgah.

    RUMAH SINGGAH PEJUANG HATI

    Rumah singgah pejuang hati didirikan pada tanggal 14 Januari 2017. Faktor yang mempengaruhi berdirinya rumah singgah antara lain :

    • Sentralisasi pengobatan masih terpusat di Jakarta, sehingga banyaknya pejuang hati dari berbagai daerah datang ke Jakarta dan tidak memiliki tempat tinggal. Rumah singgah menjadi tempat sementara untuk para pejuang hati menjalani pengobatan.
    • Perlunya tempat untuk menjadi pusat kegiatan. Rumah singgah menjadi sentral untuk berbagai kegiatan baik sosialisasi hingga pelatihan-pelatihan kemandirian.

    STATUS HUKUM YAYASAN

    Yayasan Rumah Satu Hati ini sudah terdaftar dan mempunyai legalitas hukum pada kementrian Hukum dan HAM, notaris dan pemerintah DKI Jakarta.

    Lokasi dan Media

    Alamat Yayasan

    Link Instagram

    Link Facebook

    Link Youtube