Call Us: +62 878 2351 9090
Cart (Rp0.00) 0
Your Shopping

No products in the cart.

HIDUP LEBIH SEHAT DENGAN MINYAK MASAK PILIHAN, BISAKAH?

Kalau ditanya bahan masakan apa yang pasti ada di dapur, jawabnya pasti minyak goreng. Meskipun ia bukan bahan utama, namun minyak goreng mempunyai peran penting dalam masakan. Fungsi minyak goreng dalam masakan antara lain:

  1. Medium penghantar panas, fungsi utamanya sebagai penghantar panas untuk mematangkan makanan tersebut. minyak merupakan penghantar panas
  2. Medium pembawa cita rasa, minyak berfungsi sebagai pelarut untuk beberapa senyawa yang mudah menguap (folatil) yang mana senyawa tersebut juga berperan memberi citarasa (flavour) dari suatu bahan. Contohnya berbagai senyawa sulfida pada citarasa bawang dan kapsaisin yang memberi rasa pedas dalam cabai. Sehingga jika bahan tersebut dicampurkan ke dalam minyak bersama bahan lainnya maka senyawa folatil tersebut akan tercampur baik dan menyebabkan sensasi sensoris yang lebih merata.
  3. Membentuk sensasi sensoris, minyak juga dapat memberi tekstur dalam makanan yang umumnya disebut oily – greasy.

Hampir sebagian besar jenis makanan dimasak dengan menggunakan minyak goreng, seperti tumis sayur, ayam goreng, telur dadar, dan masih banyak lagi. Cara mengolah makanan yang paling sering dilakukan adalah menggoreng dan menumis. Jadi, penggunaan minyak goreng sehari-hari memang tidak bisa dihindari. Nah sayangnya, banyak isu Kesehatan yang berhubungan dengan konsumsi atau penggunaan minyak goreng. Seperti pada orang dengan kecenderungan kolesterol tinggi, hipertensi, stroke, dan obesitas. Karenanya ada baiknya kita mengerti jenis minyak yang bisa digunakan dalam masakan dan kelebihan serta kekurangan dari masing-masing jenis minyak tersebut.

1. Minyak Kelapa

Minyak kelapa memiliki aroma yang nikmat dan tahan lama pada suhu ruang, sehingga banyak pula digunakan untuk memanggang kue atau jenis makanan lain. Minyak kelapa mengandung 90 persen lemak jenuh, yang berisiko meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) atau lebih dikenal sebagai kolesterol jahat. Akibatnya, risiko terkena penyakit jantung akan meningkat pula. Berbeda dengan minyak kelapa biasa, ada juga minyak kelapa VCO. Manfaat positif minyak kelapa VCO (Virgin Coconut Oil) adalah kandungan antioksidan dan juga meningkatkan High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik lebih tinggi dibandingkan minyak lain. Antioksidan ini berpotensi sebagai penyehat jantung karena ikut berperan dalam mencegah pembentukan plak di dinding pembuluh darah. Dengan kata lain, antioksidan berperan mencegah rongga pembuluh menyempit. Meski demikian, kita perlu cermat saat memilih minyak kelapa, apa pun jenisnya karena minyak kelapa yang kini dipasarkan telah melewati berbagai proses produksi yang dapat merusak kandungan antioksidan dan zat-zat bermanfaat lainnya.

2. Minyak Sawit

Hampir semua orang di dunia menggunakan minyak jenis ini. Ada dua jenis minyak kelapa sawit, yakni warna keemasan untuk menggoreng dan kemerahan untuk dressing salad. Minyak kelapa sawit bisa membuat makanan jadi lebih krispi dan gurih. Sebab, minyak ini stabil di suhu tinggi. Sayangnya, kamu harus membatasi penggunaannya, karena mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang tinggi. Minyak sawit mengandung asam palmitat yang termasuk asam lemak jenuh, kandungan inilah yang berpotensi meningkatkan kadar LDL dan semua jenis kolesterol. Meski demikian, efeknya terhadap penyakit kardiovaskular masih diperdebatkan di dunia medis. Di sisi lain, minyak sawit juga diketahui mengandung asam oleat dan linoleat yang tergolong asam lemak tidak jenuh,  serta vitamin A dan E sebagai antioksidan. Vitamin E di dalam kelapa sawit terdiri dari tocotrienol, yang berfungsi mencegah kerja dari enzim pembentukan kolesterol.

3. Minyak Kanola

Minyak kanola rendah kandungan asam lemak jenuh hanya sekitar 7 persen. Minyak ini juga tinggi dalam kandungan asam lemak tidak jenuh, senyawa vitamin E tokoferol dan zat-zat lain, yang dipercaya sebagai pelindung jantung. Penelitian terhadap pola makan dengan minyak kanola menunjukkan penurunan kadar kolesterol, dibandingkan dengan konsumsi minyak yang lebih tinggi asam lemak jenuh lainnya. Namun sama halnya dengan zaitun, minyak canola juga tidak mampu bertahan di suhu tinggi. Minyak yang tak bisa bertahan di suhu tinggi tidak pas untuk memasak dengan cara menggoreng. Hanya untuk sebagai dressing atau menumis saja.

4. Minyak Zaitun

Minyak zaitun memiliki lima hingga sepuluh kali lebih banyak lemak sehat yang kita butuhkan, dibandingkan dengan minyak kelapa. Lemak sehat ini termasuk rantai ganda asam lemak tidak jenuh dan rantai tunggal asam lemak tidak jenuh. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan kemampuan minyak zaitun menekan kadar LDL sebagai kolesterol buruk, memperbaiki hiperlipidemia (kadar kolesterol,total dan trigliserida tinggi), dan mencegah hipertensi, berdasarkan sebuah studi. Konsumsi minyak zaitun secara teratur juga dapat mencegah terjadinya stroke.

Tak hanya mencegah penyakit kardiovaskular, minyak zaitun juga dipercaya dapat membantu mengatasi kondisi lain seperti menekan risiko kanker payudara, radang pankreas akut, gangguan hati, dan peradangan usus. Minyak ini juga kemungkinan mendukung kesehatan mental dengan menekan depresi, sekaligus mencegah perkembangan penyakit Alzheimer atau kepikunan. Untuk mendapatkan banyak manfaat dari minyak zaitun, dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya dua sendok makan atau sekitar 23 gram setiap hari. Tambahkan minyak zaitun saat menumis sayur , campuran salad, atau memoles daging sebagai pengganti mentega. Sementara minyak zaitun hanya boleh ditaburkan pada makanan yang dimasak dan tidak digunakan untuk menggoreng karena menyebabkan peningkatan lemak trans.

5. Minyak biji bunga matahari

Di Indonesia mungkin belum begitu populer minyak dengan bahan biji bunga matahari. Padahal tergolong cukup sehat, mengandung asam lemak tak jenuh dan asam linoleat. Lemak jenuhnya hanya 11 persen. Kalau anda ingin makan gorengan yang lebih sehat, mungkin bisa beralih ke minyak biji bunga matahari. Minyak ini bisa bertahan di suhu tinggi.

6. Minyak wijen

Minyak wijen berfungsi sebagai antioksidan dan mampu menghambat pembentukan kolesterol. Kandungan lemak tak jenuhnya tinggi dan terdapat asam phytate. Minyak wijen biasanya digunakan untuk menumis atau dressing. Meski demikian, ada beberapa jenis minyak wijen yang tahan pada suhu tinggi, sehingga baik untuk menggoreng.


Dari penjelasan diatas tadi bisa disimpulkan bahwa ada minyak alternative pilihan yang bisa digunakan supaya kondisi kolesterol tetap terkontrol yaitu minyak dengan kandungan  asam lemak tak jenuh seperti minyak kanola, minyak zaitun dan minyak wijen. Sayangnya ketiga jenis minyak tersebut titik asapnya rendah sehingga tidak bisa digunakan pada suhu tinggi dan tidak tepat untuk menggoreng. Penggunaan terbaik hanya untuk dressing dan menumis. Pilihan terbaik menurut penulis jatuh pada minyak biji bunga matahari yang tidak hanya mengandung asam lemak tak jenuh tetapi juga tahan pada suhu tinggi.

Menakjubkan, Hati dapat tumbuh kembali setelah di donorkan !

Takjub setelah mengetahui fakta-fakta soal Hati……

Hati adalah organ terbesar kedua manusia setelah kulit. Posisinya terletak di sisi kanan tubuh, tepat di bawah tulang rusuk Anda. Organ ini sangat lah penting bagi tubuh. Tugasnya sangat banyak dan sangat mempengaruhi sistem penceraan, karena setiap kita mengkonsumsi sesuatu akan melewati organ ini. Hati mengubah protein, lemak, dan karbohidrat menjadi energi atau zat yang dapat disimpan tubuh, lalu mengirimkan sisanya ke empedu.

Hati atau liver juga berperan dalam memonitor gula darah dan mengirim makanan ke dalam darah saat kadar gula darah anda rendah. Selain itu, hati juga memainkan peran utama dalam memproduksi protein yang penting untuk pembekuan darah, dan menyingkirkan sel-sel tua dan rusak didalam tubuh.

Karena sangat banyaknya peran hati bagi tubuh, organ ini disebut sebagai multitasker atau organ yang mampu menjalankan banyak fungsi sekaligus.

Apa benar hati bisa tumbuh kembali setelah diambil sebagian hatinya untuk di donorkan?

Hebatnya hati dalam kemampuannya untuk bisa tumbuh kembali atau beregenerasi ketika ada bagian dari hati yang mengalami kerusakan.

Regenerasi bisa terjadi karena adanya hepatosit, sel utama yang membentuk organ hati yang mampu menggandakan diri. Hepatosit bekerja mirip sel induk (sel punca) dalam artian hepatosit dapat menggandakan diri. Setelah hepatosit menggandakan diri, sel lainnya juga akan mengikuti dan memecah jadi beragam sel yang berbeda. Sel-sel baru tersebut lantas membentuk sebuah struktur baru, menyerupai organ hati manusia yang asli.

Meskipun Anda kehilangan sepertiga atau dua pertiga bagian liver Anda, bagian yang tersisa tersebut akan tumbuh untuk menggantikan bagian yang hilang dalam waktu tertentu. Hal inilah yang membuat transplantasi hati dari donor hidup mungkin dilakukan jika terdapat kecocokan genetik.

Untuk itu “Jangan Takut Donor Hati”

Sumber :
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/5-fakta-unik-seputar-hati-liver-manusia/

“Napak Tilas” RS bersejarah pertama yang melakukan Transplantasi Hati di Indonesia

Rabu, 2 Januari 2019

Cerita sejarah tersebut tepatnya pada tanggal 1 Oktober 2006, tanggal yang merupakan sejarah bagi RSUP Dr. KARIADI maupun balita bernama Ulung Hara Utama yang mengalami kondisi Atresia Bilier (tidak terbentuk sempurnanya saluran empedu). Diusia 1 Tahun, Ulung menjalani tindakan operasi Transplantasi Hati yang terbilang sukses. Ibu kandungnya menjalani serangkaian screening kesehatan dan dinyatakan lolos menjadi pendonor hati untuk anak tercintanya. Sekitar 25% organ hati/liver yang sehat dari ibunya diambil dan di Cangkokan kedalam tubuh ulung, sedangkan hati/liver Ulung yang sudah mengalami kerusakan diangkat. Jumat 24 November 2006, setelah menjalani serangkaian perawat intensif, Ulung diijinkan pulang. Rasa haru orang tua

Operasi tersebut dibantu dokter konsultan National University Hospital, Singapura. Di negeri tetangga tersebut, RS ini telah melakukan transplantasi hati pada 107 kasus sejak 1990-2005.

Bersama Sukarelawan Sayap Pejuang Hati Jawa Tengah, kami menyusuri beberapa lorong di RSUP Dr. KARIADI Semarang yang menjadi saksi sejarah proses Transplantasi Hati pertama kali di Indonesia. Kami juga bertemu dengan beberapa pasien pejuang hati yang menjalani kontrol rutin.

Semoga sejarah bisa terulang di RSUP. Dr. KARIADI Semarang agar banyak anak yang megalami gangguan fungsi pada hati/livernya dapat terselamatkan karena Transplantasi Hati adalah jalan medis terbaik untuk anak yang hati/livernya mengalami sirosis hati.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia soal Transplantasi Organ Tubuh

TEMPO.COJakarta – Majelis Ulama Indonesia atau MUI menerbitkan fatwa tentang transplantasi organ dan atau jaringan tubuh dari pendonor hidup untuk orang lain. Salah satu keputusan dalam fatwa ini ialah seseorang tidak boleh memberikan atau menjual organ atau jaringan tubuhnya kepada orang lain.

Dalam penjelasannya, organ tubuh tersebut bukan hak milik (haqqul milki). Untuk itu, pengambilan dan transplantasi organ tubuh tanpa adanya alasan yang dibenarkan secara syar’i hukumnya haram.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan penerbitan Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2019 itu untuk memberikan pedoman dan panduan bagi masyarakat dan pemerintah. “Untuk digunakan pijakan bagi praktek kedokteran. Sekaligus sebagai rujukan dalam penyusunan peraturan perundangan,” kata Asrorun kepada Tempo, Rabu, 19 Juni 2019.

Asrorun menuturkan, penerbitan fatwa didasari adanya pertanyaan dari masyarakat, dan juga dari Kementerian Kesehatan tentang status hukum tentang transplantasi organ atau jaringan tubuh orang lain yang memiliki kesamaan.

Dalam fatwa tersebut, MUI menyatakan bahwa transplantasi adalah rangkaian tindakan medis untuk memindahkan organ dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau tubuh sendiri dam rangka pengobatan untuk menggantikan organ atau jaringan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik.

Transplantasi organ atau jaringan tubuh pendonor hidup kepada orang lain dibolehkan dengan ketentuan terdapat kebutuhan mendesak yang dibenarkan secara syar’i (dharurah syariah). Kemudian, tidak ada dharar bagi pendonor karena pengambilan organ atau jaringan tubuh baik sebagian ataupun keseluruhan.

Ketentuan lainnya adalah jenis organ tubuh yang dipindahkan kepada orang lain tersebut bukan merupakan organ vital yang mempengaruhi kehidupan atau kelangsungan hidupnya. Selanjutnya, tidak diperoleh upaya medis lain untuk menyembuhkannya, kecuali dengan transplantasi.

Transplantasi organ juga dibolehkan jika bersifat untuk tolong menolong, tidak untuk komersial. Selain itu, transplantasi organ juga harus ada persetujuan dari calon pendonor, ada rekomendasi dari tenaga kesehatan atau pihak yang memiliki keahlian untuk jaminan keamanan dan kesehatan dalam proses transplantasi.

Ketentuan berikutnya adalah adanya pendapat ahli tentang dugaan kuat (ghalabatil zonn) akan keberhasilan transplantasi organ kepada orang lain. Transplantasi organ atau jaringan tubuh dilakukan oleh ahli yang kompeten dan kredibel. Proses transplantasi diselenggarakan oleh negara. Kebolehan transplantasi organ dan atau jaringan tidak berlaku bagi organ reproduksi, organ genital, dan otak.

MUI pun merekomendasiman kepada pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat untuk menjadikan fatwa sebagai pedoman. Untuk tenaga medis diminta selalu mempertimbangkan aspek syar’i pada setiap tindakan medis. Fatwa tersebut berlaku pada tanggal ditetapkan, yaitu 8 Maret 2019.

Sumber :
https://nasional.tempo.co/read/1216150/mui-keluarkan-fatwa-soal-transplantasi-organ-tubuh

SIAPA SIH PEJUANG HATI ITU ?

Kami sebut Pejuang Hati, adalah mereka bayi/anak penyintas gangguan fungsi hati kronis sejak lahir (kongenital) yang menyebabkan kerusakan hati berat.

Beberapa kasus gangguan fungsi hati kronis yang ada antara lain: Atresia Bilier, Alagille Syndrome, PFIC (Progressive familial intrahepatic cholestasis), CMV Kongenital (Cytomegalovirus), Budd-Chiari Syndrome, Carolie Disease, Autosomal dll. Mereka membutuhkan transplantasi hati/cangkok hati agar dapat bertahan hidup.

Kami sebut juga pejuang hati, yaitu para orangtua yang dengan kesungguhan hati serta semangat yang tinggi memperjuangkan untuk keselamatan buah hati mereka.

Perjuangan mereka tidaklah mudah untuk menggapai pengobatan yang maksimal karena menghadapi berbagai masalah yang rumit. Kesiapan mental, panjangnya waktu pengobatan (bisa seumur hidup), tenaga, biaya dan aspek-aspek lainnya yang sangat mempengaruhi keberhasilan pengobatan. Karena itulah patut dan layak mereka kami sebut seorang pejuang hati.

Kami sebut juga pejuang hati yaitu para sukarelawan, donatur, pemerhati pada kasus ini atas kontribusi yang telah diberikan baik waktu, materi, tenaga, pemikiran dan lainnya