Call Us: +62 878 2351 9090
Cart (Rp0.00) 0
Your Shopping

No products in the cart.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia soal Transplantasi Organ Tubuh

TEMPO.COJakarta – Majelis Ulama Indonesia atau MUI menerbitkan fatwa tentang transplantasi organ dan atau jaringan tubuh dari pendonor hidup untuk orang lain. Salah satu keputusan dalam fatwa ini ialah seseorang tidak boleh memberikan atau menjual organ atau jaringan tubuhnya kepada orang lain.

Dalam penjelasannya, organ tubuh tersebut bukan hak milik (haqqul milki). Untuk itu, pengambilan dan transplantasi organ tubuh tanpa adanya alasan yang dibenarkan secara syar’i hukumnya haram.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan penerbitan Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2019 itu untuk memberikan pedoman dan panduan bagi masyarakat dan pemerintah. “Untuk digunakan pijakan bagi praktek kedokteran. Sekaligus sebagai rujukan dalam penyusunan peraturan perundangan,” kata Asrorun kepada Tempo, Rabu, 19 Juni 2019.

Asrorun menuturkan, penerbitan fatwa didasari adanya pertanyaan dari masyarakat, dan juga dari Kementerian Kesehatan tentang status hukum tentang transplantasi organ atau jaringan tubuh orang lain yang memiliki kesamaan.

Dalam fatwa tersebut, MUI menyatakan bahwa transplantasi adalah rangkaian tindakan medis untuk memindahkan organ dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau tubuh sendiri dam rangka pengobatan untuk menggantikan organ atau jaringan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik.

Transplantasi organ atau jaringan tubuh pendonor hidup kepada orang lain dibolehkan dengan ketentuan terdapat kebutuhan mendesak yang dibenarkan secara syar’i (dharurah syariah). Kemudian, tidak ada dharar bagi pendonor karena pengambilan organ atau jaringan tubuh baik sebagian ataupun keseluruhan.

Ketentuan lainnya adalah jenis organ tubuh yang dipindahkan kepada orang lain tersebut bukan merupakan organ vital yang mempengaruhi kehidupan atau kelangsungan hidupnya. Selanjutnya, tidak diperoleh upaya medis lain untuk menyembuhkannya, kecuali dengan transplantasi.

Transplantasi organ juga dibolehkan jika bersifat untuk tolong menolong, tidak untuk komersial. Selain itu, transplantasi organ juga harus ada persetujuan dari calon pendonor, ada rekomendasi dari tenaga kesehatan atau pihak yang memiliki keahlian untuk jaminan keamanan dan kesehatan dalam proses transplantasi.

Ketentuan berikutnya adalah adanya pendapat ahli tentang dugaan kuat (ghalabatil zonn) akan keberhasilan transplantasi organ kepada orang lain. Transplantasi organ atau jaringan tubuh dilakukan oleh ahli yang kompeten dan kredibel. Proses transplantasi diselenggarakan oleh negara. Kebolehan transplantasi organ dan atau jaringan tidak berlaku bagi organ reproduksi, organ genital, dan otak.

MUI pun merekomendasiman kepada pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat untuk menjadikan fatwa sebagai pedoman. Untuk tenaga medis diminta selalu mempertimbangkan aspek syar’i pada setiap tindakan medis. Fatwa tersebut berlaku pada tanggal ditetapkan, yaitu 8 Maret 2019.

Sumber :
https://nasional.tempo.co/read/1216150/mui-keluarkan-fatwa-soal-transplantasi-organ-tubuh

Program Kegiatan Pejuang Hati Indonesia

#SupportVisitPejuangHati

Mengunjungi pasien baik yang sedang rawat inap maupun rawat jalan untuk memberikan support semangat dalam menjalani pengobatan.

#SusuPejuangHati

Susu Nutrisi Khusus untuk anak gangguan fungsi hati kronis ini terbilang mahal, rata-rata Rp. 6.000.000,- sampai 9.000.000 /anak/bulan biaya susu yang harus dikeluarkan. Kebutuhan lainnya perlengkapan balita yang juga dibutuhkan bagi para pasien. Berbagi susu dan perlengkapan balita menjadi salah satu program utama bagi gerakan kami karena menyangkut kebutuhan dasar bagi pasien.

#SosialisasiMasyarakat

Menyebarkan informasi soal ciri dan penanganan gangguan fungsi hati kronis kepada masyarakat luas, banyak masyarakat yang belum mengetahui kondisi tersebut dan masih terdengar asing di telinga masyarakat.

#LayananAmbulance

Ambulance Tangguh Pejuang Hati Indonesia

Layanan antar jemput pasien dan antar jenazah ke kampung halaman.

#EdukasiPejuangHati

Memberikan edukasi, mengarahkan mental pendamping untuk tahapan pengobatan anak gangguan fungsi hati kronis yang dijalani.

#PendampinganPejuangHati

Mendampingi dan mengarahkan tahapan pengobatan pasien.

#PelatihanPejuangHati

Memberikan pelatihan untuk pengembangan diri dengan harapan agar setiap pendamping pasien mencapai kemandirian.

#BerbagiNasiPejuangSembuh

Program rutin setiap minggunya yang dibagikan untuk para pendamping pasien baik yang di ruang rawat maupun di rumah singgah

SIAPA SIH PEJUANG HATI ITU ?

Kami sebut Pejuang Hati, adalah mereka bayi/anak penyintas gangguan fungsi hati kronis sejak lahir (kongenital) yang menyebabkan kerusakan hati berat.

Beberapa kasus gangguan fungsi hati kronis yang ada antara lain: Atresia Bilier, Alagille Syndrome, PFIC (Progressive familial intrahepatic cholestasis), CMV Kongenital (Cytomegalovirus), Budd-Chiari Syndrome, Carolie Disease, Autosomal dll. Mereka membutuhkan transplantasi hati/cangkok hati agar dapat bertahan hidup.

Kami sebut juga pejuang hati, yaitu para orangtua yang dengan kesungguhan hati serta semangat yang tinggi memperjuangkan untuk keselamatan buah hati mereka.

Perjuangan mereka tidaklah mudah untuk menggapai pengobatan yang maksimal karena menghadapi berbagai masalah yang rumit. Kesiapan mental, panjangnya waktu pengobatan (bisa seumur hidup), tenaga, biaya dan aspek-aspek lainnya yang sangat mempengaruhi keberhasilan pengobatan. Karena itulah patut dan layak mereka kami sebut seorang pejuang hati.

Kami sebut juga pejuang hati yaitu para sukarelawan, donatur, pemerhati pada kasus ini atas kontribusi yang telah diberikan baik waktu, materi, tenaga, pemikiran dan lainnya

Mengenal Rumah Singgah Pejuang Hati Jakarta

Rumah singgah khusus anak gangguan fungi hati kronis ini berdiri pada tanggal 14 Januari 2017 oleh beberapa penggiat sosial dengan harapan dapat membantu memberikan kemudahan bagi pasien daerah yang mengalami gangguan fungsi hati kronis yang sedang berjuang di Jakarta. Lokasinya tidak jauh dari Pusat Transplantasi Nasional yaitu RSCM Jakarta. Program kegiatan utama melilputi Edukasi, Sosialisasi dan Pendampingan.
kebanyakan pasien berumur balita dengan kondisi hati yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan Transplantasi Hati/Cangkok Hati untuk penanganan terbaiknya.

  • Edukasi

Memberikan informasi tahapan pengobatan yang akan dilalui. Waktu pengobatan yang sangat panjang menjadikan edukasi sangat penting agar tahapan yang dilalui lebih mudah dilakukan.

  • Sosialisasi

Gangguan fungsi Hati Kronis masih sangat asing terdengar di masyarakat. Anak/bayi dengan kondisi ini dengan cepat mengalami kerusakan hati berat sampai meninggal dunia. Rata-rata di usia 1 tahun bayi meninggal dunia karena gannguan fungsi hati. Karena itu sosialisasi menjadi sangat penting agar informasi tersebar luas, dengan begitu akan cepat dalam penanganannya.

  • Pendampingan

Masalah sosial, ekonomi, mental, advokasi,  faktor tahapan pengobatan yang kompleks dan panjang menjadi kendala para pejuang hati yang sedang berikhtiar untuk sembuh, karena itu kami hadir dalam proses pendampingan untuk mengawal semua proses yang ada.